PEMERHATI.COM – Asuransi Astra menyadari perkembangan teknologi ikut merubah gaya hidup masyarakat. Salah satu nya ialah penggunaan gawai atau smartphone yang memudahkan segala urusan hanya dalam genggaman.

Oleh karena itu, tahun 2015 silam, Asuransi Astra meluncurkan aplikasi Garda Mobile Otocare yang dapat diunduh secara gratis di Android maupun iOS.

“Garda Mobile Otocare menghilangkan jarak ruang dan waktu antara kami dengan pelanggan karena kami selalu berada di saku pelanggan kami selama 24 jam sehari,” ujar Santosa, CEO Asuransi Astra di laman resmi gardaoto.co.

Manfaat yang bisa peroleh diantaranya adalah pengingat jatuh tempo polis asuransi, servis berkala mobil, tanggal jatuh tempo SIM dan STNK, hingga estimasi biaya bahan bakar harian.

Selain dilengkapi informasi mengenai fasilitas umum penting, Otocare juga memiliki fitur Call Garda Akses 1500 112 guna memudahkan pengguna menghubungi Asuransi Astra untuk mendapatkan info layanan, produk serta bantuan darurat di jalan bagi pelanggan Garda Oto.

Khusus bagi pelanggan Garda Oto, Otocare menyediakan fitur Garda Oto Claim sebagai alternatif dan layanan pelaporan klaim untuk memudahkan pelanggan dalam pengajuan klaim.

Menariknya, bagi pengguna walaupun bukan pelanggan Garda Oto yang sudah mengunduh aplikasi GMO hingga 31 Juli 2015 akan mendapatkan e-Garda Oto eXperience Card (e-GOXC).

Yaitu berupa satu kali layanan darurat di jalan 24 jam Garda Siaga secara gratis untuk perlindungan selama musim mudik lebaran 2015.

Dalam hal ini, Tribun coba menggunakan aplikasi oto care ini. Dimulai dengan tampilan antar muka nya yang cukup ringkas dan memudahkan konsumen dengan warna yang tidak terlalu tajam.

Lalu ada fitur pengingat jatuh tempo asuransi, SIM dan STNK mobil. Fitur teman berfungsi untuk mencari sesama pengguna asuransi astra terdekat. Setelah itu, jika sudah memiliki teman, ada juga fitur meet up untuk bertemu dan bersosialisasi antar pengguna layanan ini.

Selanjutnya, fitur rate calculator ditujukan untuk membantu konsumen dalam mengajukan asuransi.

Ada juga fitur near me yang membantu konsumen dalam menemukan tempat-tempat stratgis berdasarkan lokasi di google map. Seperti rumah sakit, SPBU, apotek, bengkel rekanan, kantor polisi dan lain nya.

Menariknya, konsumen yang baru menggunakan aplikasi ini juga diberikan voucher senilai Rp 50 ribu yang bekerjasama dengan website jual beli online, Jd.id. Dan masih ada lagi fitur menarik lainnya yang memanjakan konsumen ketika masuk ke aplikasi ini.

Namun, hingga 29 Oktober 2017, jumlah pengguna aplikasi di Google Playstore masih sekitar 50 ribu penunggah dengan nilai aplikasi 4,3 dari 650 reponden.

Tentu ini jumlah yang jauh berbeda bila dibandingkan dengan pengguna mobil atau konsumen asuransi astra di seluruh Indonesia yang mencapai ribuan hingga jutaan.

Guntur misalnya yang sudah menjadi konsumen asuransi astra sejak Oktober 2016 silam namun belum mengetahui keberadaan aplikasi ini.

“Baru tahu saya ada aplikasi ini, ternyata dengan aplikasi ini proses pengajuan klaim lebih mudah, selain itu fitur-fitur nya juga membantu. Canggih juga yah,” kata pria kelahiran 1986 ini.

Kondisi ini tentunya menjadi tantangan bagi pihak Asuransi Astra untuk lebih memperkenalkan dan mensosialisasikan aplikasi ini kepada masyarakat. Mengingat, arus digitalisasi tak bisa dibendung lagi seiring perkembangan zaman.

Bahkan, Mckinsey, Maret 2017 silam menyebut Customers want simplicity—one-click shopping, for example. They want 24-hour access and quick delivery; clear, relevant information about a product’s features, particularly in relation to pricing; and innovative, tailored services designed for the digital age. So it is likely to be in insurance. For a long time, the traditional insurance business model has proved to be remarkably resilient. But it too is beginning to feel the digital effect. It is changing how products and services are delivered, and increasingly it will change the nature of those products and services and even the business model itself.

Artinya, konsumen zaman sekarang menginginkan segala sesuatu nya bisa diakses dimana saja selama 24 jam dan tidak memakan waktu yang lama.

Potensi Asuransi Kendaraan Bermotor di Riau

Memang, pertumbuhan kendaraan bermotor di Riau di 2016 lalu cenderung menurun. Hal ini diyakini imbas dari kondisi perekonomian global yang menurun.

Polda Riau mencatat tahun lalu jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai 114.366 Unit. Jumlah ini jauh menurun jika dibanding pertumbuhan kendaraan bermotor tahun 2015 silam yang mencapai 203.925 Unit. Data ini merupakan data registrasi kendaraan bermotor di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau.

Kendati demikian, Bisnis asuransi kendaraan bermotor berpeluang tumbuh pada tahun 2017. Hal ini sejalan dengan optimisme Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) membidik target penjualannya meningkat 4,7 persen.

Tahun ini penjualan mobil menjadi 1,1 juta unit mobil dibandingkan 2016 lalu yang berkisar 1,05 juta mobil sepanjang perekonomian nasional mampu tumbuh antara 5,1 hingga 5,2 persen.

Sementara itu, Senior Branch Manager Asuransi Astra Pekanbaru, Ipung Tri Purnomo memaparkan layanan Garda Oto menerima secara rata-rata 600 klaim dalam sebulan di Riau. Menurut dia, pengguna asuransi Garda Oto mengalami pertumbuhan sekitar tujuh persen hingga memasuki triwulan III-2017.

Menyoal jumlah nominal yang dibayarkan perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar per bulan. Pembayaran itu diberikan kepada bengkel, maupun dealer mobil apabila terjadi kerusakan di atas 75 persen.

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2016 dengan jumlah klaim Rp1,7 miliar yang dibayarkan per bulan, pada tahun ini terjadi penurunan sekitar 13 persen,” katanya.

Ipung melanjutkan pertumbuhan asuransi di Bumi Lancang Kuning masih kurang bagus. Menurutnya minat masyarakat Riau masih kurang untuk produk asuransi. Untuk di Sumatera, Riau hanya menempati urutan ketiga dalam jumlah klaim.
Kendati demikian, Dia meyakini bisa meningkatkan pertumbuhan ini.

”Karena, kita mencatat penjualan mobil 2017 di Riau rata-rata mencapai angka 1300 unit per bulan nya. Tentu potensi ini harus segera kita manfaatkan,”tegasnya.

Keseriusan ini pun dilakukan pihaknya dengan merelokasi Garda centre yang sebelumnya berada di Mal Pekanbaru sejak 2015 silam ke Mal Ciputra dengan memilih lokasi Lantai Dasar.

“Relokasi ini kita laksanakan untuk mencoba suasana baru dengan perspektif lain dan lebih dekat dengan nasabah kita dan memilih lokasi di lantai dasar yang merupakan pintu masuk pengunjung yang membawa mobil. Tidak hanya itu, kita akan tetap buka setiap Sabtu dan Minggu selama jam operasional Mal,” kata Ipung di sela-sela acara peresmian Garda Centre, Jumat (27/10).

Potensi lain yang cukup menjanjikan ialah transportasi online berbasis aplikasi atau daring. Dimana, jumlah pengemudi nya yang mencapai ratusan di Kota Pekanbaru.

Seorang pengemudi taksi online di Pekanbaru, Fany, baru saja membeli satu unit mobil Low MPV karena tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan.

“Setelah saya survey pada lima pengemudi, semua mengatakan untung jadi pengemudi online. Menurut pengakuan mereka, penghasilan satu hari bisa mencapai Rp 200 ribu,” kata Dia di Pekanbaru, Minggu (29/10).

Mengenai jumlah pengemudi, Fany mengatakan mencapai ratusan. “Dua ratus lebih pengemudi ada lah di Pekanbaru ini,”singkatnya.

Meski potensi ini bagus untuk digarap, Ipung mengaku belum bisa menampung pengajuan klaim asuransi mobil pribadi yang digunakan oleh pengemudi taksi online ini.

Sebab, dalam aturan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia pada Pasal 4 Nomor 10 menyatakan defenisi penggunaan komersial adalah penggunaan atas kendaraan bermotor tersebut untuk disewakan atau balas jasa.

Dalam bisnis taksi daring, kendaraan yang digunakan merupakan milik pribadi yang mendapatkan balas jasa sehingga dikategorikan komersil.

“Dengan begitu, meski kendaraan pribadi tersebut sudah terdaftar dalam asuransi, namun tidak disesuaikan dengan premi komersial, maka perusahaan asuransi tidak bisa membayarkan klaim ketika terjadi kecelakaan maupun kehilangan saat kendaraan tersebut digunakan sebagai taksi daring,”ungkapnya seperti dilansir antaranews.com.

“Karena ada balas jasa dalam bisnis taksi online (daring) maka itu dikategorikan komersil,” katanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut juga berlaku apabila mobil pribadi digunakan untuk angkutan travel. Ada beberapa kejadian saat kendaraan travel itu hilang maupun rusak, kemudian pemiliknya melayangkan klaim kepada Asuransi Astra.

Menurut dia, pihaknya tidak akan melakukan verifikasi tidak hanya dari keterangan pemohon klaim, melainkan juga mengecek laporan dari Polisi dan surat blok STNK apabila kendaraan hilang. Karena terdapat perbedaan keterangan pemohon dengan laporan Polisi, maka klaim asuransi tersebut akan ditolak.

“Kalau kendaraan dikomersilkan, wajib ikut premi komersil,”katanya.

Generasi Milenial Peluang Yang Harus Digarap

Wikipedia menjelaskan Generasi Milenial adalah kelompok manusia yang lahir di atas tahun 1980-an hingga 1997. Oleh karena itu, saat ini, generasi milineal menjadi penguasa pasar di seluruh dunia dengan karakteristik nya nan khas. Satu diantara nya ialah tidak bisa lepas dari smartphone.

Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, populasi pengguna internet di Indonesia pada 2014 mencapai 83,7 juta orang. Angka yang berlaku untuk setiap orang yang mengakses internet setidaknya satu kali setiap bulan itu mendudukkan Indonesia di peringkat ke-6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pengguna internet.

Pada 2017, eMarketer memperkirakan netter Indonesia bakal mencapai 112 juta orang, mengalahkan Jepang di peringkat ke-5 yang pertumbuhan jumlah pengguna internetnya lebih lamban.

Tentunya, perubahan gaya hidup ini harus segera ditangkap dengan melahirkan produk-produk yang ramah bagi generasi ini.

Fenomena diatas pun sejalan dengan yang disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu seperti dilansir Kalimantanbisnis.com.

“Sudah saatnya generasi Y menjadi sasaran industri keuangan, tak terkecuali asuransi. Gen Y dapat diharapkan memberikan kontribusi bagi industri asuransi pada tahun-tahun mendatang. Disamping itu, Generasi milenial sudah memahami instrumen-instumen investasi, termasuk memahami fungsi dan manfaat asuransi. Mereka juga bisa menjadi jembatan ke generasi berikutnya,” katanya.

Dengan merangkul generasi milenial, lanjutnya, industri asuransi dapat memperluas penetrasi pasar, sekaligus mendongkrak literasi. Apalagi, ujarnya, penetrasi asuransi di Indonesia masih terbilang kecil, sekitar 2%.

Fakta menarik lain nya tentang generasi ini ialah riset yang dilakukan di Amerika oleh Mintel pada maret 2017 lalu. Bahwa, sekitar 15 persen generasi milenial yang membeli mobil menggunakannya untuk cari uang, disetiri sendiri untuk ”narik” Uber, Lyft, atau layanan sejenisnya.

Sementara di Riau, fenomena ini juga bisa dijumpai. Dimana pengemudi taksi online didominasi oleh kalangan mahasiswa yang mencari uang sampingan. Seperti yang disampaikan pengemudi taksi online ini, Fany, 36 tahun.

“Kalau driver disini berasal berbagai kalangan dan usia. Tapi yang menarik itu, banyak yang masih muda. Ada yang sambil kuliah, ada juga wiraswasta muda,” ungkapnya.

Menyoal jam operasional pengemudi muda ini, kata Fany melanjutkan kebanyakan beroperasi mulai sore hingga malam hari. “Karena kan dari pagi sampai siang ada yang masih kuliah atau bekerja,”pungkasnya.

Berangkat dari fenomena ini, sekali lagi, Asuransi Astra harus melakukan berbagai pendekatan. Khsusunya mensosialisasikan keberadaan aplikasi otocare. Sebab, di antara asuransi lainnya, hanya Asuransi Astra lah yang memiliki aplikasi ini.

Dengan demikian, digitalisasi asuransi memang suatu keniscayaan. Innovasi berbasiskan digital merupakan suatu keharusan saat ini.

Meski Astra dengan layanan Garda Oto telah melakukan perubahan ini, nyatanya masih ada tantangan agar bisa diketahui dan diterima oleh para konsumen. Akan tetapi, tantangan ini juga memberikan peluang-peluang yang cukup menjanjikan jika digarap secara serius.

Pertumbuhan kendaraan di Riau menjadi pijakan untuk segera mensosialisasikan layanan digital ini. Penguasa pasar sekarang, Generasi Milineal juga cenderung memiliki karakteristik yang sejalan dengan terobosan yang telah dilakukan pihak Astra.

*Berita di atas hasil karya admin pemerhati yang terbit di tribunpekanbaru.com. Tulisan ini berhasil memenangi Anugerah Pewarta Asuransi Astra 2017