PEMERHATI.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketena‎gakerjaan (BPJS TK) meluncurkan aplikasi BPJS TK Mobile yang dapat diunduh melalui smartphone berbasis Android, Ios, dan Blackberry pada 2016 lalu.

Melalui aplikasi ini berbagai kemudahan bisa didapatkan para peserta tanpa harus mengunjungi kantor BPJS TK terdekat.

Hanya melalui genggaman dan terkoneksi ke internet, para beserta bisa memanfaatkan berbagai fitur yang disediakan.

Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan para peserta jika menggunakan aplikasi ini.

1. Blue Print JHT

Peserta tidak perlu menunggu blue print saldo JHT yang biasanya dibagikan setahun sekali, untuk mengetahui informasi saldo JHT cukup memasang aplikasi BPJSTK Mobile pada smartphone maka informasi saldo JHT bisa langsung didapatkan kapanpun membutuhkannya.

2. Pendaftaran menggunakan data kependudukan

Para peserta akan dimudahkan dengan mengisi beberapa kolom untuk identitas diri.

Dengan cara ini, para peserta tidak perlu repot untuk mengunjungi kantor BPJS TK. Alhasil, lebih efektif dan efisien tentunya.

3. Cek Saldo Jaminan Hari Tua (JHT)

Tinggal klik, peserta bisa memeriksa saldo yang telah dikumpulkan untuk Jaminan Hari Tua.

Melalui fiutr ini, lagi-lagi para peserta dimudahkan untuk mengakses status terkini BPJS TK yang dimilki kapan saja dan dimana saja.

4. Simulasi Perhitungan Jaminan Hari Tua (JHT) secara online cepat dan akurat

Fitur ini membantu peserta untuk menghitung secara menyeluruh tentang Jaminan Hari Tua yang dimiliki.

Dan pastinya, berkat layanan internet simulasi yang diberikan akan cepat dan akurat.

5. Informasi Program

Setiap kali mengakses aplikasi ini, peserta bisa mengetahui program BPJS TK terbaru yang sedang digelar.

Seperti, para pekerja yang ingin memiliki rumah sendiri, bisa memanfaatkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT).

Dengan demikian, peserta bisa mendapatkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

6. Informasi Kantor Cabang, Informasi Pusat layanan dan Sosial Media dan Layanan Pengaduan

Meski semakin dimudahkan dengan aplikasi ini, tentunya masih ada kekurangan yang dimiliki.

Seperti peserta yang masih bingung dan awam dengan keberadaan aplikasi ini.

Namun demikian, peserta tak perlu cemas. Sebab, pihak BPJS TK menyediakan informasi dan solusi untuk permasalahan ini.

Seperti, Informasi Kantor Cabang, Informasi Pusat layanan dan Sosial Media dan Layanan Pengaduan.

Berbagai kemudahan ini merupakan komitmen BPJS TK untuk semakin memudahkan para peserta.

Tak tanggung-tanggung, BPJS TK menggelontorkan investasi senilai Rp 120 milliar untuk pengembangan aplikasi ini.

Angka tersebut naik hingga 20 persen dari tahun lalu yang hanya Rp 100 miliar.

Kepala Divisi Pengembangan IT BPJS Ketenagakerjaan Romie Erfianto mengatakan, pengembangan teknologi informasi inti sebagai langkah dari BPJS TK untuk dapat memberikan transparansi ke para peserta, melalui aplikasi secara online.

“Pengembangan mobile aplikasi seiring berkembangnya zaman mutlak diperlukan. Di aplikasi (BPJS TK Mobile) ini peserta bisa memantau hasil pengembangan dananya, jadi unsur transparansi bisa diketahui semua pihak, terutama peserta,” ujar Dia seperti dilansir tribunnews.com.

Dia mencontohkan fitur simulasi. “Fitur ini bisa memberikan simulasi untuk 15 tahun peserta dapat berapa (sesuai dengan iurannya), apalagi sekarang 10 persen sampai 30 persen dana bisa dipinjam untuk pembayaran rumah,”singkatnya.

Meski aplikasi ini memberikan berbagai kemudahan, faktanya peserta belum terlalu mengetahui keberadaan aplikasi ini.

Pasalnya, hingga Senin, (18/12/2017) jumlah pengguna aplikasi ini di Google Playstore masih berkisar 1 juta sejak diluncurkan pada 2016 lalu.

Tentunya angka yang masih jauh bila dibandingkan dengan jumlah peserta BPJS TK diseluruh Indonesia.

Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian bagi pihak BPJS TK untuk lebih menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat perihal aplikasi ini.Mengingat, arus digitalisasi tak bisa dibendung lagi seiring perkembangan zaman.

Bahkan, Mckinsey, Maret 2017 silam menyebut “Customers want simplicity—one-click shopping, for example. They want 24-hour access and quick delivery; clear, relevant information about a product’s features, particularly in relation to pricing; and innovative, tailored services designed for the digital age. So it is likely to be in insurance. For a long time, the traditional insurance business model has proved to be remarkably resilient. But it too is beginning to feel the digital effect. It is changing how products and services are delivered, and increasingly it will change the nature of those products and services and even the business model itself,”

Artinya, konsumen zaman sekarang menginginkan segala sesuatu nya bisa diakses dimana saja selama 24 jam dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

Peluang Digitalisasi BPJS TK

Beranjak dari nilai investasi yang telah dianggarkan untuk pengembangan aplikasi ini pastinya ada peluang yang cukup menjanjikan.

Berikut peluang yang bisa dan atau telah dimanfaatkan BPJS TK.

1. Generasi Milenial

Generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga 1997 disebut dengan generasi milenial yang saat ini menguasai pasar dunia termasuk Indonesia.

Generasi ini membawa berbagai perubahan, salah satunya ialah dekat dengan internet.

Wikipedia menjelaskan karateristik Milenial berbeda-beda berdasarkan wilayah dan kondisi sosial-ekonomi.

Namun, generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital.

Dengan begitu, aplikasi ini sejatinya sudah menjawab kebutuhan penguasa pasar saat ini.

Hanya bagaimana cara mensosialisaikan keberadaan aplikasi ini secara menyeluruh dan menyentuh seluruh elemen masyarakat.

2. Transportasi Online

Transportasi Online di Indonesia menjadi tren yang baru bagi masyarakat. Berbagai kemudahan bisa didapatkan, baik untuk penumpang maupun pengendara.

Untuk penumpang, layanan ini sangat membantu saat masyarakat malas untuk keluar atau bisa jadi pilihan untuk menghindari macet.

Sedangkan untuk pengendara atau pengemudi, memberikan lapangan pekerjaan yang lebih menjanjikan berkat adanya sitem penggajian secara point.

Tentunya, dengan jumlah pengemudi online yang begitu banyak dan hampir eksis di seluruh provinsi Indonesia, menjadi peluang yang baik bagi BPJS TK.

Peluang ini pun sudah dilaksanakan di beberapa kota besar. Seperti yang terjadi di Surabaya.

Melansir Surya.co.id lebih dari 4.463 mitra Go Jek, telah terdaftar sebagai peserta BPJS TK Kantor Cabang Surabaya Tanjung Perak.

Mereka terdiri dari 3.642 mitra pengemudi Go Jek, 464 Go Box dan 357 Mitra Go Life (‘Go-Massage’, ‘Go-Clean’ dan ‘Go-Glam’ ).

“Para mitra tersebut diikutkan dalam dua program, yakni jaminan kecelakaan kerja dan kematian,” jelas Poedji Santoso, Kepala BPJS TK kantor Cabang Surabaya Tanjung Perak.

Selain dua program yang sudah dltawarkan, mitra Gojek juga bisa mengambil program lainnya seperti jaminan hari tua. lni tentu sangat penting, mengingat tidak selamanya pengemudi akan menjalankan pekerjaan tersebut.

“Nanti kami harapkan mereka mulai memikirkan hari tuanya ya kan. ltu hari tua boleh untuk informal, jadi nanti 2 persen dipakailah dari dasar upah yang dikehendaki ,” jelas Poedji.

Sedangkan di Pekanbaru, layanan ini belum dirasakan oleh para pengemudi online. Seorang pengemudi taksi online, Alvin mengaku belum mengetahui layanan ini.

“Wah saya baru tahu kalau kita (pengemudi taksi online) bisa juga jadi peserta BPJS TK. Kalau memang ada bolehlah ikutan,”akunya kepada Tribun, Minggu (17/12/2017).

Dia pun berharap kepada pihak BPJS TK segera melakukan sosialisasi layanan ini.

“Karena kalau untuk jumlah pengemudi taksi online di Pekanbaru itu lebih dari 200 an pengemudi, itu untuk taksi online, belum lagi dihitung dengan ojek online nya, bisa ribuan,”tutup Dia.

*Berita diatas hasil karya admin pemerhati yang terbit di tribunpekanbaru.com. Tulisan ini berhasil masuk dalam nominasi lomba menulis BPJS Ketenagakerjaan 2017